Pentingnya K3 (Keselematan Kerja Konstruksi)
Insinyur perencana struktur (structural engineer) dan pelaksana (site engineer)
umumnya fokus agar hasil kerjanya yaitu bangunan yang dikerjakan dapat
memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, orang menyebutnya kuat
(strength) dan kaku (stiff). Dengan demikian pada saat berfungsinya,
bangunan tersebut dapat menjamin keselamatan pemakainya.
Sebagian
besar, prosentasi pembelajaran di perguruan tinggi adalah untuk
menghasilkan bangunan (struktur) yang dapat menjamin keselamatan pemakai
dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Lalu bagaimana dengan proses
pelaksanaan bangunan kostruksi itu sendiri ? Bagaimana mendapatkan
bahwa proyek berjalan dengan lancar tanpa ada atau timbul kecelakaan
kerja, apalagi sampai jatuh korban jiwa.
Apa memang sesajinya harus kuat….?

